Rabu, 25 Oktober 2017
Teori Sosiologi
Nama : Satriya Adiluhung
Juniarizky
Nim : 172022000021
Kelas : Ilmu Komunikasi B-1 Malam
link : luhung-sosiologi.blogspot.com
A.
Pengertian Proses Sosial dan Interaksi Sosial
Proses sosial adalah
cara-cara berhubungan yang dilihat apabila orang perorangan dan kelompok
sosisal saling bertemu dan menentukan sistrm serta bentuk-bentuk hubungan
tersebut atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan perubahan yang
menyebabkan goyahnya pola-pola kehidupan yang telah ada.
Interaksi sosial merupakan
hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan sosial yang
dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan, dengan kelompok
manusia.
Interaksi yang dilakukan oleh
masing-masing individu dengan kelompok atau sebaliknya, disamping menunjukkan
proses saling mempengaruhi satu sama lain, juga merupakan sebuah refleksi
kebutuhan yang harus dipenuhi karena pada dasarnya manusia tidak bisa hidup
sendirian tanpa kehadiran orang lain. Dengan demikian, manusia tidak
diperbolehkan untuk egois, dan merasa hebat karena pada dasarnya orang lain
tetap penting dalam kehidupannya.
Secara torotis, setidak tidaknya ada
dua syarat terjadinya interaksi sosial, yakni relasi dengan adanya kontak
sosial dan ada komunikasi. Pada dasarnya terdapat terdapat dua jenis interaksi
sosial, yaitu percakapan dan bahasa isyarat.
Max Weber mengklasifikasikan ada
empat tindakan sosial yang mempengaruhi sistem dam struktur sosial masyarakat.
Jenis tindakan sosial tersebut adalah sebagai berikut.
1.
Tindakan Rasional Intrumental
Rasionalitas
instrumental merupakan tindakan sosial yang dilaksanakan seorang, yang
memperhitungkan kesesuaian antara cara yang digunakan dan tujuan yang akan
dicapai melalui tindakannya. Aktor memperhitungkan efesiensi maupun efektivitas
tindakan dari sejumlah pilihan tindakan.
2.
Tindakan Rasional Berorientasi Nilai
Tindakan
rasional beorientasi nilai merupakan tindakan sosial yang bersifat rasional dan
memperhitungkan kemanfaatan. Kelihatannya berbeda dengan tindakan rasional
instrumental, dalam tindakan rasional beorientasi nilai, tujuan tindakan tidak
dipersoalkan oleh aktor. Persoalan dan perhitungan aktor hanylah tentang cara
pencapaian tujuan.
3.
Tindakan Tradisional
Tindakan
tradisional yaitu perilaku karena kebiasaan yang diperoleh dari nenek moyang tanpa
refleksi yang sadar atau perencanaan. Tindakan semacam ini biasanya dilakukan
dengan taken for granted tanpa mengajukan pertanyaan pertanyaan kritis mengenai
alasan di balik mengikuti kebiasaan atau tradisi para pendahulunya. Apa yang
dilakukan individu atau kelompok tergolong sebatas mengikuti apa yang sudah
dipraktikan oleh nenek moyangnya.
4.
Tindakan Afektif
Tindakan
afektif yaitu tindakan yang didominasi perasaan atau emosi tanpa refleksi
intelektual atau perencanaan sadar. Tindakan afektif juga tidak mengutamakan
pertimbangan rasional, tindakan afektif dilakukan atas dasar perasaan, naik
atas dasar perasaan marah, sedih, senang, cinta atau perasaan lainya. Tindakan
ini bukan berdasarkan tradisi dam tidak pula atas dasar persesuaian dengan
tujuan.
B.
Faktor Pendorong Interaksi Sosial
Interaksi sosial
dilandasi oleh beberapa faktor psikologi, yaitu imitasi, sugesti, identifikasi,
simpati dan empati.
1. Imitasi adalah suatu tindakan dalam rangka
meniru sifat atau sikapyang dimiliki oleh orang lain yang dilakukan dalam
bermacam macam bentuk, seperti gaya bicara, tingkah laku, adat dan kebiasaan,
pola pikir serta apa saja yang dimiliki atau dilakukan oleh seseorang.
2. Sugesti adalah muncul ketika si
penerima sedang dalam kondisi yang tidak netral sehingga tidak dapat berpikir
rasional.
3. Identifikasi merupakan kecenderungan
seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain, sifatnya lebih mendalam dari
imitasi karena membentuk kepribadian seseorang.
4. Simpati merupakan suatu proses
dimana seseorang merasa tertarik kepada pihak lain.
5. Empati merupakan simpati mendalam
yang dapat mempengaruhi kejiwaan dan fisik seseorang.
C. Bentuk-bentuk Interaksi Sosial
Interaksi sosial dapat mengarah
kepada proses asimilasi.
A. Interaksi sosial yang bersifat
saling ada pendekatan.
B. interaksi sosial yang bersifat
langsung atau primer.
C. interaksi sosial yang lancar dan
tidak ada hambatan atau batas
D. interaksi sosial yang sering,
intensif dan sehari hari.
1. Proses Sosial Asosiatif
Proses sosial asosiatif
adalah proses sosial dimana dalam realitas sosial yang ada terjalin harmoni
antara individu satu dengan yang lain yang mengarah pada kerja sama.
A. Kerja sama
Kerja
sama adalah kesamaan cita cita dan tujuan. Karena alasan inilah manusia pada
umumnya melakukan kerja sama agar apa yang di cita citakan bisa terwujud dengan
mudaj.
B. Akomodasi
Akomodasi
merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertantangan tanpa kehancuram pihak
lawan, sehingga lawan tersebut kehilangan kepribadiannya.
C. Asimilasi dan Akulturasi
Asimilasi
merupakan proses lanjutan dari akomodasi. Pada proses asimilasi terjadi proses
peleburan kebudayaan, sehingga pihak pihak dari bernagai kelompok yang tengah
berasimilasi akan merasakan adanya kebudayaan tunggal yang dirasakan milik
bersama.
2. Proses Sosial Disosiatif
A. Persaingan
Persaingan
merupakan proses sosial dimana seseorang atau kelompok sosial bersaing
merebutkan nilai atau keuntungan bidang kehidupan melalui cara cara menarik
perhatian publik.
B. Pertikaian
Pertikaian
merupakan proses sosial dimana seseorang atau kelompok sosial berusaha memenuhi
tujuannya dengan jalan menantang lawannya dengan ancaman atau kekerasan
C. Kontraversi
Kontraversi
merupakan proses social yang berada diantara persaingan dengan pertentangan
atau pertikaian.
D.
Keteraturan Sosial
Pengertian keteraturan social,
berdasarkan teori social yang telah dipelajari untuk dikumpulkan dalam
asumsi-asumsi pemaksaan dan menerima organisasi sebagai suatu kebutuhan
keteraturan social dan penelitian social telah diusahakan untuk mengukur
asumsi-asumsi tersebut. Keteraturan social adalah suatu set hubungan struktur,
institusi-institusi social dan dan praktik-praktik social yang menjaga,
memelihara, dan menjalankan cara-cara normal dalam berhubungan dan bertingkah
laku.
E.
Status, Peran dan Kelas Sosial
Status social adalah salah satu tempat atau posisi seseorang dalam kelompok social atau masyarakat secara umum sehubungan dengan keberadaan orang lain di sekitarnya.
Status social adalah salah satu tempat atau posisi seseorang dalam kelompok social atau masyarakat secara umum sehubungan dengan keberadaan orang lain di sekitarnya.
-
Status
Soial (Kedudukan Sosial)
Kedudukan social terdiri atas
lingkungan pergaulan, hak kewajiban dan prestasi.seseorang dapat mempunyai
beberapa kedudukan social dalam masyarakat karena ikut serta dalam berbagai
pola kehidupan sekaligus.
-
Kajian
Peran Sosial
Jika seseorang individu telah
melaksanakan kewajiban dan meminta hak-haknya sesuai apa dengan status social
yang dipangkunya atau disandangnya, yang telah menjalankan perannya dengan
tepat.
-
Kajian
Kelas Sosial
Kelas social merujuk adanya pembedaan
hierarki atau tingkatan antara individu-individu dalam sebuah masyarakat.
Pengertian kelas social dapat berbeda-beda dalam tiap zaman dan masyarakat.
Namun kelas social secara umum di tentukan oleh tingkat pendapatan, pendidikan
dan kekuasaan.
Menurut saya : Teori di buku ini
relevan sekali menunjukkan bahwa nyata
sekali seperti kehidupan di masyarakat dan dibuku ini bisa untuk menerapkan
dalam kehidupan di dalam masyarakat, karena dengan adanya interaksi social dan
komunikasi tersebut. Manusia berinteraksi social dengan manusia lain maka dari
itu interaksi disini bisa di terapkan dan juga kerja sama didalam masyarakat.
Sumber : Dr. H. Syahrial Syarbaini, M.A. dan Fatkhuri, S.IP.,
M.A., .MPP. 2016. Teori Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Ghalia Indonesia.